Pulang?
Sudah saatnya berpasrah
Menyerahkan segala yg akan terjadi kedepan kepada yang maha memiliki kuasa
Mulai sedikit membiasakan untuk meninggalkan segala kenyamanan
Hidup gak selalu harus berada dikondisi baik-baik saja, dan mudah-mudah saja
Barangkali waktu akan segera selesai
Jatah hidup dikota yang segalanya serba ada dan segalanya terasa mudah akan segera selesai
Mulai mendidik dan memberi pengertian kepada hati
Barangkali ini adalah bagian dari cerita, bagian dari langkah yang harus tetap ditapaki
Jogja terlalu istimewakah?
Atau orang-orang yg kemudian aku temui yg membuatnya menjadi jauh lebih istimewa?
Jika pergiku nanti terlalu jauh, aku punya keyakinan pasti akan kembali
Kembali untuk belajar? Atau kembali untuk menetap, setidaknya masih ada mimpi yang akan membuatku kembali lagi
Mungkin ketegasanku dalam menyikapi hal ini masih sangat payah
Ada waktu aku merasa sangat yakin
Tapi dilain waktu perasaanku menjadi tiba2 meragu
Tapi.. Percayalah, aku pasti kembali
Dengan semua kegalauan ini, diujung sana ada dering telepon yang tak henti bertanya "bulan berapa mau pulang?"
Pertanyaan2 yang akhir2 ini menjadi sering berubah2 dan semakin membutuhkan jawaban yang spesifik.
Aku sudah brada dititik ini
Titik yang dari dulu selalu aku tunggu untuk berada diposisi ini
Tapi nyatanya, ketika dihadapkan langsung dan sudah berada pada fase ini segalanya tak lagi semudah saat berkemas ketika pulang lebaran.
Komentar
Posting Komentar